great JOB!! hahagz..
Rabu, 16 Desember 2009
Minggu, 06 Desember 2009
| Dokter Anak Terbaik Dunia Asal UGM |

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof dr Sri Suparyati, menerima penghargaan internasional dari The Asian Pasific Pediatric Association (APPA) sebagai dokter spesialis anak. Yati menerima penghargaan untuk kategori Pediatric Award. "Saya dianggap sebagai dokter spesialis anak yang paling menonjol selama tiga tahun terakhir,” katanya seperti dikutip situs ugm.ac.id, Rabu, 4 November 2009. Ia menerima penghargaan itu di Shanghai, China, pada 4-18 Oktober 2009. Ia merupakan satu dari 12 penerima penghargaan yang diberikan setiap tiga tahun sekali. Mereka dipilih dari 2.500 dokter ahli anak se-Asia Pasifik.
Penghargaan itu merupakan buah dari kiprahnya selama hampir 40 tahun meneliti penyakit diare pada anak. Bersama Prof Ruth Bishop dari Australia, ia meneliti infeksi rotavirus pada penderita diare di Indonesia. Hasilnya rotavirus dinyatakan sebagai penyebab utama kasus diare. Ia mengatakan sebagian besar bayi penderita diare yang disebabkan rotavirus memiliki kualitas hidup yang rendah. Bayi mengalami muntah secara terus menerus, berak air, dan susah mengonsumsi makanan. Usus halusnya pun tak berfungsi dengan baik. Hasil penelitian itu pula yang mendorong Pemerintah Indonesia memproduksi vaksin rotavirus dengan harga yang cukup murah. Sebab, vaksin diare yang ada selama ini relatif mahal. Bekerja sama dengan Melbourne University dan PT Biofarma, vaksin akan dipasarkan di Indonesia mulai 2012. (VN)
Diposkan oleh DaN's di 21:31 0 komentar
| Indonesia urutan 2 Bandara Paling Tepat Waktu |
Berikut urutan lengkapnya :
Peringkat 10: George Bush Intercontinental Airport
Bandara di Houston Texas hampir hanya digunakan untuk penerbangan domestik Amerika Serikat. 81,8 persen pendaratan dan 82,8 persen tinggal landas dilakukan tepat waktu.
Peringkat 9: Detroit Metropolitan Wayne County Airport
Bandara kecil dengan neraca ketepatan waktu sangat baik menurut majalah “Forbes Traveler”. Delapan puluh tiga persen tinggal landas dan pendaratan adalah tepat waktu.
Peringkat 8: Phoenix International Airport
Tahun lalu 40 penumpang menggunakan jasa bandara di daerah kaya sinar matahari, Arizona ini. Delapan puluh tiga persen pendaratan dan tinggal landas, tepat waktu.
Peringkat 7: Kuala Lumpur International Airport
Di bandara terpenting Malaysia, mendarat 86,1 persen pesawat tepat waktu. 81,5 persen lepas landas sesuai jadwal.
Peringkat 6: Minneapolis St. Paul International Airport
Bandara paling tepat waktu di luar Asia terletak di Minneapolis, Amerika Serikat. Rekor ketepatan waktunya berada pada nilai 84,8 persen kedatatangan dan 82,9 persen keberangkatan.
Peringkat 5: Suvarnabhumi Airport
Bandara internasional baru di Bangkok, Thailand masuk dalam jajaran terbaik untuk ketepatan waktunya. 82,9 persen pesawat mendarat dan 86 persen tinggal landas tepat waktu.
Peringkat 4: Incheon International Airport
Bandara di ibokota Korea Selatan, Seoul, merupakan bandara paling disukai di dunia menurut survey Skytrax. Data statistik ketepatan waktunya juga mengagumkan : kedatangan 86,8 persen, keberangkatan 82,8 persen.
Peringkat 3: Narita International Airport
Bandara internasional Tokyo ini memiliki statistik ketepatan waktu : 84,8 persen pendaratan dan 87,1 persen keberangkatan.
Peringkat 2: Soekarno-Hatta International Airport
Di negeri kepulauan ini, angkutan udara merupkan salah satu transportasi terpenting. Data statistik ketepatan waktu di bandara terbesar negeri tak kalah mencengangkan : 84,2 persen kedatangan dan 89,2 persen tinggal landas dilakukan tepat waktu.
Peringkat 1: Haneda Airport, Tokyo, Japan
Dan pemenang tahun ini berasal dari Jepang. 88,6 pesawat di bandara Tokyo yang sebagian besar merupakan penerbangan domestik mendarat tepat waktu. Bahkan 94,3 persen pesawat terbang sesuai jadwal.
Diposkan oleh DaN's di 21:07 0 komentar
SIAPA BILANG INDONESIA GA BERPRESTASI??
Di tengah keterpurukan soal mutu dunia pendidikan kita, ternyata tidaklah sama dengan tingkat intelegensi manusia Indonesianya. Sejumlah orang Indonesia ternyata banyak yang berotak encer. Mereka bekerja di luar negeri seperti di Eropa, Amerika dan Jepang. Bahkan berhasil menduduki posisi penting.
Suhendra misalnya. Pria kelahiran Jakarta, 17 November 1975 itu, saat ini bekerja pada Badan Peneliti Jerman, BAM di Berlin. Alumnus Universitas Diponegoro Semarang itu berhasil bekerja sebagai peneliti di Jerman setelah meraih gelar doktor di sebuah univeritas teknik di Jerman. Uniknya, Suhendra yang ahli di bidang metal eksplosif itu membiayai kuliahnya dengan bekerja serabutan dan mengumpulkan botol bekas.
Jabatan yang diraih Andreas Raharso mungkin membuat kita berdecak kagum. Pria berusia 44 tahun itu saat ini menduduki pimpinan atau CEO pada sebuah lembaga riset global Hay Group yang berkantor di Singapura. Hay Group sendiri mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Amerika. Klien dari Hay Group ini kebanyakan adalah para pimpinan dunia seperti Amerika serikat, Perancis dan Inggris. Jabatan yang diraih Andreas Raharso cukup fenomenal, karena merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Selama ini jabatan itu didominasi warga Amerika dan Eropa.
Satu lagi orang Indonesia yang berhasil menduduki posisi penting adalah Profesor Yow Pin Liem. Pria 49 tahun asal Cirebon, Jawa Barat itu adalah pimpinan dan pendiri sebuah perusahaan riset Pro Thera Biologisc di Rhode Island, Amerika Serikat. Di tempat riset Prof Yow ini sudah banyak berkontribusi melakukan penelitian terutama masalah pemahaman seputar molekul kanker dan anthrax.
Barangkali gelar akademis yang diraih Kent Sutanto ini tentulah langka. Pria kelahiran Surabaya 1951 silam itu meraih gelar doktor di Jepang. Tidak tanggung-tanggung gelar doktor yang diraih Kent di negeri sakura itu sebanyak empat gelar dari universitas yang bebeda. Saat ini Kent Sutanto mengajar di Universitas Waseda, kampus almamaternya. Selain itu Kent Sutanto juga sebagai dosen tamu di Universitas Venesia, Italia. Karena otaknya yang cemerlang, pria asal Surabaya yang sudah 35 tahun tinggal di Jepang itu mendapat kepercayaan pemerintah setempat duduk di MITI, semacam Departemen dan Perindustrian Jepang.
Menilik prestasi dan kegigihan orang-orang Indonesia ini memang tidak kalah bahkan setara dengan ilmuwan dunia. Walau kondisi pendidikan di tanah air dirasa masih belum kondusif mereka mampu menembus ruang dan waktu berkiprah cemerlang di tingkat internasional. Mereka mengaku masih betah mengabdi di mancanegara. Mereka belum berniat untuk berkiprah di tanah air, karena mereka trauma ilmu yang mereka raih dengan susah payah itu tidak mendapatkan penghargaan yang selayaknya. ( end )
Diposkan oleh DaN's di 05:37 0 komentar
INDONESIA KREATIF
Seorang tukang las asal Semarang bernama Kardi, yang mampu mendirikan “outdoor fitness center” di sebuah gang sempit bernama gang Buntu pada 1995. Melihat banyak orang di sekitar bengkel kerjanya tidak mempunyai kegiatan jelas untuk mengisi waktu senggangnya, sebuah ide unik muncul di benak Kardi. Ia berpikir keras membuat alat-alat kebugaran ala body builder seperti layaknya alat-alat di fitness center. Berbekal besi-besi sisa pesanan pagar pelanggannya, secara bertahap dibuatnya satu-persatu alat-alat tersebut. Ia juga mampu merancang desain alat-alat tersebut dengan baik dari sisi bentuk dan beban. Idenya ini disambut baik orang-orang di sekitarnya, yang kebanyakan adalah pekerja informal seperti pedagang pasar, supir becak, buruh pabrik atau bangunan dll. Alhasil, di sempitnya gang Buntu, kini terlihat pemandangan unik. Orang-orang berotot bak binaragawan serius berlatih membentuk badan dengan berbagai peralatan, dan jika ada kendaraan lewat mereka akan sigap menyingkirkan semuanya ke pinggir gang dan berlatih lagi seperti semula jika gang kembali lengang. Yang membuat kagum, sejumlah anggota outdoor fitness center yang mereka juluki Gorilla Power ini, mampu mendulang prestasi di sejumlah ajang kompetisi pamer otot di Semarang..
Dari desa Badegan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, muncul kisah unik tentang sebuah bank yang lain dari biasanya. Bank ini berkutat di urusan segala macam sampah, dan dinamai Bank Sampah Gemah Ripah. Bank sampah ini didirikan oleh seorang dosen, Bambang Suwerda, yang gelisah dengan ketidak pedulian orang di sekitarnya terhadap penanganan sampah. Budaya buang sampah di sembarang tempat yang mengganggu lingkungan, mencuatkan ide nyeleneh di pikirannya. Sistem perbankan konvensional diterapkannya pada gagasannya. Ia membuat sebuah bengkel daur ulang sampah pada tahun 2008, dan di depan bengkel itu dibuatnya konsep layaknya sebuah bank dan juga prosedur menabung sampah daur ulang dengan sederhana. Warga yang ingin menabung di bank sampah dibuatkan nomor rekening dan buku tabungan untuk memudahkan pengadministrasian. Struktur organisasi Bank Sampah pun lengkap mulai dari direktur, teller, sekretaris, bendahara, dan petugas-petugas kolektor sampah yang mengambil sampah di setiap RT. Kini, kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah lebih tinggi dan lingkungan daerah di desa sekitar Bank Sampah jauh lebih bersih dan indah..
Dari desa Cihideung Udik Bogor, muncul kisah Mamad seorang wiraswasta UKM bidang pembuatan arang atau karbon aktif. Mamad yang sejak awal selalu lebih suka berwiraswasta daripada menjadi pegawai atau karyawan, selalu memikirkan dilema usahanya. Di satu sisi ia harus terus menghidupi keluarganya lewat usaha bengkel arangnya. Namun pada saat bersamaan, ia merasa bersalah dengan adanya polusi asap dari bengkel pembakaran batok kelapa miliknya, yang sangat banyak meruap ke sekitar dan mengganggu pemandangan di lingkungan desanya. Ia selalu berusaha mencari solusi untuk bisa “menangkapi” asap dari bengkelnya. Beberapa metode telah dicobanya, namun tak maksimal. Hingga akhirnya ia bertemu seorang dosen dari IPB, Rokhani, yang menawarinya teknologi kondensasi asap, atau konversi asap menjadi cairan atau asap cair. Mamad bersedia mendanai proyek percontohan dari Rokhani dan merelakan bengkelnya menjadi kelinci percobaan alat kondensor asap cair. Upayanya tak sia-sia. Kini asap yang keluar dari tungku pembakaran bengkelnya mampu ditekan menjadi sangat minimal. Dan ternyata ada bonus dari upayanya ini. Asap cair yang dihasilkannya, ternyata mampu dimanfaatkan untuk dijadikan bahan pengawet makanan, obat hama tanaman dan pupuk, penghilang bau pada sampah serta obat..
Sedangkan dari Magelang, ada sebuah TV komunitas yang didirikan sejumlah orang kreatif untuk menyiasati blank spot area di daerah itu dari siaran tv nasional pada tahun 2004. Grabag TV memberikan alternatif hiburan dan pendidikan bagi masyarakat di kecamatan Grabag. Grabag TV menampilkan acara-acara penerangan dan pengajaran tentang pertanian, perkebunan, pendidikan hingga kesehatan bagi warga. Selain itu, Grabag TV juga memproduksi program hiburan seperti pembuatan video klip campursari, ketoprak hingga sinetron. Para personel Grabag TV bekerja secara sukarela alias tanpa bayaran atau gaji sama sekali. Bahkan mereka harus rela merogoh kocek sendiri jika mau memproduksi program acara. Yang unik adalah latar belakang para personil Grabag TV. Kepala divisi pemberitaan atau hardnews Grabag TV adalah seorang guru SD. Sementara creative director untuk program hiburan adalah seorang sopir truk trayek Magelang – Surabaya..
Dan masih ada insan kreatif lainnya dari Jember Jawa Timur. Seorang Dynand Fariz, pendiri Jember Fashion Carnaval, telah mengharumkan nama Jember sebagai salah satu kota kreatif ke tingkat nasional, bahkan juga internasional. Parade peragaan busana di jalanan sepanjang 3,6 km yang diadakan rutin tiap bulan Agustus ini, bahkan telah mendapatkan penghargaan dari museum rekor/ MURI sebagai Catwalk Fashion Show terpanjang. Dan Dynand Fariz bersama tim JFC-nya juga pernah menggelar peragaan busana di London, Mumbay serta beberapa kota di luar negeri lainnya.
Diposkan oleh DaN's di 05:11 0 komentar
PAHLAWAN DI SEKITAR KITA

Andaikata suatu saat anda menjumpai peristiwa kecelakaan, bencana alam, kebakaran atau bahkan ledakan bom misalnya, apa yang akan anda lakukan? Langsung spontan memberi pertolongan meski nyawa sendiri taruhannya atau menunggu ada pertolongan dari orang lain, atau justru diam saja dan bahkan pergi tak mau tahu? Apakah anda selalu tergerak dan terpanggil untuk seketika itu juga berjibaku menolong para korban, tanpa banyak berspekulasi bahwa perbuatan itu membahayakan diri sendiri atau tidak?
Jika ya, anda tidak sendiri. Banyak di antara kita yang memiliki jiwa pahlawan seperti itu. Beberapa contohnya adalah Fathul Khoiri, Achmad Usman, Agus Bambang Priyanto, Musrifan dan Endang Aripin adalah figur-figur yang sangat peduli pada sekitarnya.
Dalam beberapa kali peristiwa ledakan bom di sejumlah tempat di Indonesia, muncul sosok-sosok pahlawan yang mau dan mampu melakukan aksi heroik demi keselamatan para korban. Padahal sesuatu yang jamak ditakutkan pada kasus bom teroris, masih ada ledakan susulan yang bisa jadi akan merenggut jiwa mereka juga.
Pada peristiwa ledakan bom di kawasan Mega Kuningan yang terjadi di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton 17 Juli 2009 pekan lalu, sejumlah orang tanpa memikirkan keselamatan diri sendiri, langsung bahu membahu untuk menyelamatkan korban ledakan. Adalah Fathul Khoiri, sopir yang ikut serta dalam hiruk pikuk penyelamatan korban luka parah Timothy Mackay, presdir PT Holcim yang kebetulan adalah bosnya. Sejumlah orang yang kebetulan ada di sekitar lokasi kejadian, tanpa ba bi bu langsung bersedia mendampingi Fathul saat akan membawa Timothy ke rumah sakit. Padahal saat membawa korban, mereka harus bergelantungan di mobil dengan keadaan pintu terbuka dan kecepatan mobil cukup tinggi karena bergegas untuk segera sampai rumah sakit.
Sementara pasca ledakan bom di depan Kedubes Australia 9 September 2004 silam, muncul sebuah foto dramatis yang menghiasi headline sejumlah media massa. Adegan seorang laki-laki yang kelihatan tergesa-gesa menggendong anak perempuan korban ledakan menjauh dari lokasi ledakan. Achmad Usman, teknisi AC yang sedang bekerja di Pasar Festival tak jauh dari lokasi ledakan, sontak menghentikan pekerjaannya dan langsung berlari menuju sumber ledakan. Di saat orang-orang berlarian menjauh dari sumber ledakan, Achmad justru melawan arus. ”Yang ada di pikiran saya, pasti banyak korban yang perlu ditolong nih.. Sama sekali tak terpikir jika ada ledakan lagi, yang penting menolong korban dulu” terang Achmad saat ditanya kenapa justru seakan mencari perkara. Dan saat itulah Achmad berhasil menyelamatkan anak perempuan yang terluka parah. Dan berkat kesigapannya, si anak akhirnya terselamatkan.
Sementara pada kasus bom teroris pertama dan terbesar di Indonesia yang lebih dikenal bom Bali I pada 12 Oktober 2002, nama Agus Bambang Priyanto yang lebih terkenal dengan sebutan Haji Bambang mencuat sebagai sosok pahlawan sosial berintegritas tinggi. Pada peristiwa itu, 15 menit pasca ledakan, Haji Bambang sudah merapat di lokasi kejadian dengan sepeda anginnya. Langsung tanpa banyak pikir, ia menerobos puing-puing bangunan yang penuh dengan api, asap, reruntuhan dan pecahan besi dan kaca untuk mengevakuasi korban. Bagaikan mendapat suntikan dopping, Haji Bambang memimpin sejumlah relawan lainnya untuk mengangkat dan membawa keluar para korban yang umumnya terluka parah dan kondisinya mengenaskan hingga 11 jam lamanya nonstop. Dari pukul 11 malam hingga pukul 10 pagi keesokan harinya dengan jumlah korban terevakuasi 202 mayat dan lebih dari 300 orang terluka. “Saya saja waktu melihat video penyelamatan itu diputar ulang, sempat ndak percaya apakah benar orang itu Haji Bambang, karena tidak mungkin saya mampu melakukan semuanya itu...” kenangnya.
Dan solidaritas Haji Bambang tidak berhenti sampai hari itu. Selama sebulan lamanya ia ikut meriung dengan aparat berwenang setempat, untuk mencari dan mengumpulkan korban yang masih tersisa belum ditemukan atau tercecer. “Bayangkan saja jika anda melihat orang yang perlu pertolongan itu adalah salah satu anggota keluarga anda, pasti anda tidak akan berpikir panjang untuk menolongnya. Selalu posisikan cara pandang anda seperti itu, pasti anda akan tergerak menolong orang lain” ungkap Haji Bambang saat ditanya bagaimana resep untuk gampang peduli pada orang lain.
Sementara kisah Endang Aripin, tak kalah heroik dan dramatis. Pemuda 21 tahun asal Cirebon ini, menjadi martir di negeri Matahari Terbit. Endang meninggal saat menjalani kerja praktik atau magang di industri penangkapan ikan Jepang pada 11 Agustus 2007 lalu. Saat sedang berjalan-jalan di tepi pantai Isegahama Provinsi Miyazaki dekat tempatnya magang, lulusan SMK Pelayaran Cirebon ini melihat ada dua orang remaja putri Jepang terseret ombak besar yang tiba-tiba datang. Tanpa banyak pikir, terdorong jiwa sosialnya yang tinggi, Endang langsung mencebur ke air dan mengejar korban.
Tak main-main, lokasi Endang mengambil korban sekitar 60 meter dari tepi pantai. Namun Endang berhasil membawa korban kembali ke tepian. Namun naas bagi Endang, ombak yang lebih besar kembali datang dan menyambarnya ke tengah setelah kelelahan membawa korban. Tragis. Korban yang ditolongnya selamat, sementara Endang harus menyerahkan nyawanya di tempat yang jauh dari tempat kelahirannya.
Berita orang asing mempertaruhkan nyawanya bagi warga lokal, segera menyebar luas di Jepang. Apresiasi dari masyarakat dan pemerintah Jepang pun datang. Endang ditasbihkan sebagai pahlawan masyarakat Jepang pada hari Pahlawan Nasional Jepang pada 28 Oktober 2008 lalu. Keluarga Endang diundang ke Jepang, untuk menerima penghargaan dan ucapan terima kasih dari pemerintah dan kekaisaran Jepang. Dan kemudian, kisah Endang diabadikan oleh dua orang sutradara film Jepang dalam film dokumenter berdurasi 1 jam, mewakilik ungkapan terima kasih masyarakat Jepang atas kisah heroik Endang.
Diposkan oleh DaN's di 04:56 0 komentar
Senin, 30 November 2009
Kompetisi MuDA Creativity Kompas-KFC
Kompetisi MuDA Creativity Kompas-KFC
A. Persyaratan umum
1. Pelajar SLTA-mahasiwa, usia 15-22 tahun, kecuali pada Kompetisi Menulis hanya diperuntukkan bagi pelajar SLTA.
2. Sertakan data nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, asal sekolah, nomor telepon, dan fotokopi kartu identitas.
3. Karya tak akan digunakan panitia tanpa izin pengirim.
4. Karya yang dikirim tidak akan dikembalikan.
5. Jumlah karya yang dikirimkan tak dibatasi, kecuali pada Kompetisi Menulis hanya boleh satu karya.
6. Karya yang dikirim orisinal dan belum pernah dipublikasikan, bukan karya orang lain, bukan jiplakan atau bukan hasil copy-paste karya orang lain.
B. Tema
Semua karya harus bertema: Bangga Indonesia!
C. Pengiriman karya
Marketing Communication Kompas
Gd Kompas Gramedia Lt2
Jl Palmerah Selatan 26-28
Jakarta 10270
Semua karya dikirim via pos, kecuali Kompetisi Web/Blog dikirim via email.
D. Batas waktu
Karya diterima paling lambat 17 Februari 2010 pk 23.00.
E. Hadiah tiap kompetisi
Juara I : Uang Tunai Rp 3.000.000 Plus Hadiah Menarik
Juara II: Uang Tunai Rp 2.000.000 Plus Hadiah Menarik
Juara III: Uang Tunai Rp 1.000.000 Plus Hadiah Menarik
F. Persyaratan per kompetisi
Foto
1. Foto dikirim dalam bentuk hasil cetak dengan sisi panjang minimal 24-30 cm.
2. Cantumkan kode FOTO MuDA pada amplop luar.
3. Editing diperbolehkan sebatas editing dasar yaitu crop, saturation, brightness, contrast, dan level.
4. Di bagian belakang foto tempelkan data berisi: nama, alamat, judul foto, keterangan foto, tempat/tgl lahir, sekolah/kuliah, no telp/HP.
Menulis
1. Khusus tingkat SLTA, boleh tim atau perseorangan.
2. Panjang tulisan maksimal 6.000 karakter (termasuk spasi)
3. Gaya penulisan menekankan pada cara penulisan seperti di Kompas MuDA yang santai dan mengalir.
4. Cantumkan kode PENULIS MuDA pada amplop luar.
5. Maksimal hanya bisa mengirimkan satu tulisan.
Penulisan di Web/Blog
1. Web/blog milik pribadi atau milik institusi SLTA atau web/blog untuk komunitas anak muda
2. Bisa perseorangan atau tim.
3. Bisa menggunakan top level domain sendiri atau subdomain atau memanfaatkan fasilitas blog gratisan.
4. Web/blog harus memuat minimal satu halaman tulisan dengan tema Bangga Indonesia!, minimal minimal 3.000 karakter (termasuk spasi).
5. Di halaman tulisan itu, sertakan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC yang bisa terbaca secara mudah. Cantumkan juga tautan balik (backlink) ke www.mudaers.com (sebuah link ketika diklik mengarah ke www.mudaers.com)
6. Penilaian meliputi kualitas tulisan, desain, dan tingkat popularitas dan peringkat web di Google. Juri akan menggunakan Google.co.id untuk mengecek peringkat web kamu dengan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC.
7. Boleh memanfaatkan web/blog lama yang sudah ada atau bisa membuat web/blog baru.
10. Kirimkan alamat web/blog kamu ke e-mail lombaweb@mudaers.com. Di e-mail itu, cantumkan nama kamu, tempat dan tgl lahir, alamat, nama sekolah/kuliah, nomor telepon, dan scan (bisa juga difoto) kartu identitas. Judul atau subyek e-mail adalah alamat web/blog kamu.
MuDA Musikustix
1. Format: band atau solois.
2. Genre musik bebas.
3. Lagu ciptaan sendiri dan belum pernah dipublikasikan
4. Tidak terikat dengan perusahaan rekaman.
5. Cantumkan kode MuDA Musikustix di luar amplop.
6. Karya berupa CD/DVD, bisa audio saja atau video + audio, dikirim dalam format digital yang mudah dibuka dewan juri.
7. Lampirkan profil/biografi dan foto kamu dan juga judul lagu lengkap dengan teks lirik, sertakan fotokopi kartu identitas.
Kompetisi Komik
1. Format hitam putih atau berwarna, dibuat manual atau komputer.
2.Ukuran kertas A3 (30 x 40 cm), cerita habis dalam satu halaman.
3. Di belakang tiap karya kamu, tempelkan data berisi: nama, alamat, judul karya, tempat/tgl lahir, sekolah/kuliah, nomor telepon.
Label: lomba
Diposkan oleh DaN's di 02:21 0 komentar



